Taare Zameen Par dan Alasan Mengapa Mera Jahan

Jumat, 5 Oktober 2018...

 Saya bisa memastikan, film ini akan selalu ada di daftar rekomendasi film India yang wajib ditonton. Adalah Taare Zameen Paar, sebuah film garapan Aamir Khan di tahun 2007. Genre-nya yang langka, adegan-adegan yang syarat imaji, serta alur cerita yang ‘mengajak’ penontonnya merenung, membuat film ini “spesial bagai bintang di bumi”.

Taare Zameen Paar menceritakan tentang Ishan Nandkishore Awasthi (Darsheel Safary), seorang siswa sekolah dasar yang mengidap diseleksia. Karena kekurangannya itu ia gagal di berbagai pelajaran, dicap sebagai anak nakal, sampai harus dipisahkan dari keluarganya dan disekolahkan di sekolah asrama. Di sekolah asrama itu, alih-alih mengalami kemajuan seperti yang diharapkan Ayahnya, Ishan justru semakin terpuruk. Semua berubah manakala datang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh. Lewat beliau, Ishan akhirnya dapat menemukan dunianya yang selama ini tersembunyi.

Saya termasuk telat menonton film ini. Bayangkan, saya baru tahu film ini di tahun 2016, sembilan tahun setelah film ini rilis. Dan jujur, saya menyesal mendapati fakta tersebut, sebab pada akhirnya Taare Zameen Paar menjadi film yang merombak seluruh pola pikir saya.

Dari segi genre, Taare Zameen Paar bisa disebut sebagai film yang berani. Dari ribuan Film Bollywood bertema romantis yang dihiasi tarian dan lagu, film ini muncul dan memotret dunia tersembunyi seorang anak kecil. Tak hanya itu, film ini juga seakan ingin mengingatkan betapa sentral peran keluarga—dalam hal ini orangtua—dalam pembentukan karakter seorang anak.

Meskipun begitu, sebagai Film Bollywood Taare Zameen Paar tak kehilangan identitasnya. Film yang menjadi entri resmi India untuk nominasi Oscar ini, menyajikan sejumlah lagu yang seolah diciptakan untuk terus menghuni pikiran. Sebut saja “Maa” yang terasa begitu memilukan,  “Taare Zameen Paar” yang penuh pengharapan, “Kholo-kholo” yang syarat optimisme, serta “Mera Jahan” dengan lirik cerdas nan imajinatif.

Mera Jahan secara harfiah berarti “duniaku”. Lagu ini, bagi saya, merupakan bagian terbaik dan terpenting, ruh, inti, ringkasan, serta dasar dari film berdurasi 126 menit ini. Lagu ini yang menjalaskan bagaimana seluk beluk dunia menurut pandangan Ishan. Dunia yang kelak akan membuat semua orang tercengang saat akhirnya terungkap. Lagu ini juga lah, yang mengajarkan bagaimana memandang dunia dengan berbagai perspektif berbeda.

Berikut saya kutip lirik dari lagu Mera Jahan yang sudah saya alihbahasakan :

Aku tidak sendiri
Berjalan dalam tidur, mata terbelalak
Melangkah dan tersandung
Sekarang aku tak ragu lagi
Hanya seperti tengah menyiapkan matahari untuk terbit kembali
Duniaku akan mengherankan setiap orang saat akhirnya terungkap

Ribuan sayap untuk terbang
Untuk menguak langit tak terbatas
Begitu banyak pilihan yang harus dipilih, jalan yang harus dilalui
Untuk menguak... duniaku

Jika ada bagian terbaik dari industri Bollywood, maka lagu-lagu berlirik cerdas lah itu. Perfilman India selalu memukau saya, terlepas dari adegan-adegan sterotip yang kadang menjemukan.
Dari Mera Jahan lah nama blog ini berasal. Dan sesuai namanya blog ini nantinya akan saya isi dengan ide, gagasan, pemikiran, pemberontakan dan impian-impian yang terajut dalam sebuah wadah beranama “duniaku”.

Jadi, selamat menikmati duniaku!

Salam,
Abdullah, S.N

Komentar