#day4 : Film yang Terdapat Angka di Judulnya

Jumat, 25 Januari 2019...


Dari sekian banyak judul, film Bollywood mana yang paling banyak dikenal, sekalipun oleh mereka yang bukan pecintanya? Saya yakin, mayoritas orang pasti akan menyebut 3 Idiots. Saya juga bakal menjawab demikian, dan jawaban itu bukannya tanpa alasan.

Saya banyak membaca ulasan film di berbagai blog, grup, atau media sosial, mendapati orang-orang yang awalnya mengaku anti sama Film India, tapi setelah nonton 3 Idiots mereka buru-buru membatalkan pengakuannya. Entah kenapa saya tidak tahu, tapi 3 Idiots seperti nyaris selalu menjadi gerbang bagi orang-orang untuk menaruh hormat pada Industri Bollywood. 


3 Idiots sendiri memang sebuah film besar. Menjadi hits di tahun perilisannya pada 2009, sampai-sampai penayangannya berhasil merambah pasar Asia Timur, 3 Idiots masuk ke dalam jajaran film-film yang menjadi ikon untuk industrinya (bersama Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Khusi Kabhie Gham, Taare Zameen Par, PK, dan Bajrangi Bhaijaan). Seolah jika ingin membicarakan Bollywood, maka wajib juga membicarakan film ini.

Kekuatan terbesar dari 3 Idiots ada pada tema ceritanya yang satir. Diadaptasi dari novel berjudul Five Point Someone milik Chetan Bhagat, film ini memotret 'kekejaman' sistem pendidikan yang diterapkan di India, tentang beban-beban yang pelajar harus pikul, serta metode pembelajaran yang terlalu berorientasi pada teori ketimbang pemahaman menyeluruh atas satu ilmu.


Tema besar tadi dibungkus ke dalam sebuah cerita yang mengisahkan persahabatan tiga orang 'idiot'. Mereka bertiga adalah Rancho Shamaldas Chanchad (Aamir Khan), Farhan Qureshi (R. Madhavan) dan Raju Rastogi (Sharman Joshi). Ketiganya bersama-sama melawan sistem pendidikan yang keliru, meski karena perbedaan status keluarga dan motivasi mereka, masalah yang dihadapi pun juga berbeda.

Rancho adalah anak orang kaya yang pemikirannya terbuka dan kritis, ia masuk jurusan insinyur karena ia memang tertarik pada dunia itu. Berbeda dengan Farhan, yang masuk jurusan tersebut sebab pilihan ayahnya, padahal ia menyukai fotografi dan bermimpi menjadi seorang fotografer profesional. Sedangkan Raju, ia berangkat dari keluarga melarat dan berharap pendidikan yang ia enyam dapat merubah nasib keluarganya.

Perbedaan status dan motivasi itu membuat respon mereka saat harus 'melawan' sistem tidak sama. Dalam cerita ini, sistem yang salah itu diwakilkan oleh tokoh Dr. Viru Sahastrabuddhe (Boman Irani), dosen perfeksionis berprinsip "yang tak menebas akan terlibas". Virus (nama beken Dr. Viru dikalangan anak-anak kampus), selalu tak senang pada pelajar yang tak mengikuti prinsipnya. Membuat Rancho, Farhan, dan Raju yang kerap berbuat 'onar' itu disebutnya dengan julukan "3 Idiots".


Tokoh lain yang menunjukkan adanya kesalahan pada sistem adalah Chatur Ramalingam (Omi Vaidya), mahasiswa kelahiran Tamil yang tak bisa berbahasa Hindi. Dalam belajar, ia menekankan teknik hafalan yang harus sama persis dengan yang ada di buku, sehingga ia dijuluki "Silencer". Di pertengahan film, ia bertaruh dengan Rancho siapa yang bakal lebih sukses di masa depan dengan gaya belajar mereka masing-masing.

Beberapa kali jalan terjal harus dilalui, masalah demi masalah datang. Farhan dan Raju yang masih memiliki beban yang harus ditanggung, beberapa kali kehilangan arah dan berniat menyerah. Tapi dari sosok Rancho yang dinamis dan selalu berfikir positif ke depan, mereka belajar untuk tak terlalu lagi takut pada hari esok. Pelan tapi pasti, keduanya akhirnya menemukan keberanian untuk menggapai mimpi yang mereka inginkan.

'Pertikaian' tiga Idiot dengan Virus juga menjumpai titik temu. Saat peristiwa genting prosesi kelahiran cucu Virus, berjalan lancar berkat ilmu praktis spontan para mahasiswa--dan bukannya ilmu teori yang tertulis di atas kertas.

Di titik ini, saya menaruh hormat pada Rajkumar Hirani dan Abhijat Joshi selaku penulis naskah, yang tidak lantas menempatkan guru sebagai sosok yang harus dipersalahkan, dan murid wajib selalu dibela. Karena bagaimanapun, kekeliruan dalam sebuah sistem adalah tanggung jawab seluruh anggotanya.

Bagi saya, adegan kelahiran itulah yang menjadikan 3 Idiots--sebagai film bertema satir--berhasil menunaikan tugasnya. Yang tak hanya menjadi film berisi olok-olokan pada bobroknya sebuah sistem, tapi juga berkenan untuk menunjukkan bagaimana sistem yang lebih baik bisa dijalankan. 

3 Idiots menjadi salah satu dari rangkaian film yang membuat Aamir Khan berjuluk "Mr. Perfect". Dan ya, tidak berlebihan sih, mengingat betapa totalnya dia dalam menghidupkan karakter Rancho. Oh ya, sudahkah saya membahas tentang betapa memukaunya Kareena Kapoor di sini? Meski hanya mendapat jatah sebagai karakter sampingan, siapa yang akan lupa kala ia berjoget bersama Aamir dalam lantunan lagu Zoobi Doobi?


Poin plus lain dari film ini datang dari rangkaian sountrack pengiringnya. Hampir semua lagu masuk ke playlist saya oleh karena alunan nadanya yang easy listening. Tapi secara pribadi, Behti Hawa Sa Tha Woh yang dinyanyikan oleh Shantanu Motra adalah yang paling berkesan diantara yang lain. Lagu ini menemani perjalanan Farhan, Raju dan Chatur saat ke Shimla. 

Secara keseluruhan, saya akan mengatakan bahwa 3 Idiots adalah salah satu film yang penting di hidup saya. Ceritanya yang berhasil merubah cara belajar saya, waktu nonton yang tepat karena pada saat itu saya masih berstatus pelajar sekolah, serta bertambah tebalnya kecintaan saya pada sinema India.

Salam,
Abdullah S. N

Komentar