Rabu, 17 Oktober 2018
"Penulis adalah sebuah dunia yang terperangkap dalam satu orang."
-Victor Hugo-
Saya awali artikel hari ini dengan kutipan mengagumkan dari Victor Hugo, nih. Kenapa?
Yup, karena saya ingin mengulas seorang penulis yang berkaitan dengan kutipan di atas. Beliau ini penulis novel roman sejarah yang luar biasa kemampuannya, terutama kecerdasan imajinatifnya (wit). Walau novel-novel beliau ditulis dengan setting serta suasana di masa lampau, cerita yang ditawarkan tidak terasa membosankan sama sekali. Dengan kecerdasan imajinatifnya tadi, kita seperti tengah benar-benar menyusuri dunia yang ada di cerita. Melakukan perjalanan menembus waktu tanpa harus beranjak kemana pun. Serta merasakan bagaimana hidup di zaman kuno.
Ya, dialah John Shors, penulis novel roman histori "Beneath a Marble Sky."
John Shors lahir dan besar di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan tingginya di Colorado Collage, dan hijrah ke Jepang setelah menamatkan kuliahnya. Di Jepang, penulis yang biasa dipanggil John ini tinggal di sebuah kota bernama Kyoto dan mengajar Bahasa Inggris di sana. Beberapa tahun setelah menetap di Jepang, kecintaanya pada mengembara memanggilnya untuk melakukan perjalanan mengelilingi Asia.
Dengan dana terbatas, Mr. Shors mengunjungi sepuluh negara di Asia dan bahkan berkesempatan untuk mendaki Himalaya. Perjalanan itu lah yang kemudian menjadi bekalnya untuk menulis. Mr. Shors kembali ke kotanya setelah itu.
Di Des Moines, Iowa, beliau menjadi seorang reporter sebuah surat kabar dan selama itu beliau memenangkan beberapa penghargaan di bidang jurnalistik. Mr. Shors memutuskan untuk kembali pindah dan kali ini ke Colorado. Di sana, beliau membantu mendirikan sebuah firma yang bergerak di bidang hubungan publik, dan sekarang firma itu menjadi yang terbesar.
Dari pengembaraannya mengelilingi Asia, Mr. Shors kemudian mengerjakan sebuah pruf yang akhirnya menjadi novel debutnya, "Beneath a Marble Sky" (Indonesia = Di bawah Langit Pualam). Berlatarkan Agra, India pada abad ke-17, novel tersebut menceritakan kisah tersembunyi dibalik penciptaan Taj Mahal. Novel itu banyak menengguk pujian, menjadi best seller dunia, bahkan sudah diterjemahkan dalam 20 bahasa (versi Indonesia novel ini berjudul "Taj Mahal, Kisah Cinta Abadi").
Dari novel inilah nama John Shors sebagai pengarang novel dengan genre roman histori mulai dikenal dunia. Dan tak lama setelah itu, Mr. Shors kembali menulis novel dengan genre serupa, novel yang kali ini berlatarkan Kamboja, lebih tepatnya di Angkor, berjudul "Temple of a Thousand Faces". Sedang yang baru saja diluncurkan 15 September lalu, novel manis berjudul "Unbound", mengambil setting di Tembok Besar, Cina. Selain novel-novel tersebut, novel garapan Mr. Shors yang lain adalah "Beside a Burning Sea", "Dragon House", "The Wishing Trees", dan "Cross Current".
Seperti penulis best seller lainnya, Mr. Shors juga memiliki ciri khas dalam tulisannya. Bagi yang sudah membaca "Beneath a Marble Sky" pasti tahu keistemewaan beliau. Mr. Shors sangat ulung dalam bercerita. Ya, setiap kalimat, bahkan setiap kata yang dituliskan rasanya benar-benar hidup dan dapat kita saksikan secara langsung. Ketika kita membuka novelnya, sebuah negeri yang luas seakan terhampar siap disusuri. Kita seperti tengah melarikan diri ke tempat-tempat yang digambarkan, bertemu orang-orang yang dilukiskan, ikut merasakan emosi dan mengetahui seluruh gerik hati, sedang kita tak kemana-mana, kita tetap di tempat kita duduk, membaca.
Itu pula yang membuat novel-novel beliau selalu diminati, karena walaupun kita membaca peristiwa-peristiwa lama, kita tetap tidak bosan.
Hal unik lainnya dari Mr. Shors ini adalah beliau sepertinya memang sangat peka dengan apa yang ia saksikan, satu hal yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Terbukti dari novel-novelnya yang hampir keseluruhan data bersumber dari pengembaraannya. Beliau juga seorang pekerja keras, periset yang yang tak malas, serta pendongeng yang ulung dalam meramu cerita. Seluruh dunia rasanya terperangkap dalam kepala Mr.Shors, hingga kisah berlatar negara mana pun terasa sangat nyata, sangat dekat dengan realita. Banyak belajar dari Mr.Shors, ya, yang pengen jadi penulis! :)
Sekarang, Mr. Shors sepenuhnya bekerja menjadi seorang penulis dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya. Kabar baiknya, Mr. Shors ini orangnya ramah banget lho... Beliau aktif di berbagai media sosial seperti web, facebook, dan instagram. Seringkali beliau juga berkenan untuk membalas komentar dan pesan yang masuk ke akunnya. Beliau juga tak segan memberikan nasihat dan teknik menulis pada penulis-penulis pemula lho... Keren, kan? So, let's follow him in his official accout! (Website : johnshors.com, Facebook : John Shors, Instagram : )
Salam,
Abdullah S.N

Komentar
Posting Komentar