Senin, 5 November 2018...
Membaca novel bertema cinta menyenangkan bagi sebagian besar orang, apalagi jika penulisnya piawai menyajikan cerita. Tak hanya akan disuguhi kisah yang mendayu-dayu, cerita cinta yang baik selalu mengajarkan pembacanya pada hal-hal bijak, lewat perkembangan karakter tokoh menuju kedewasaan.
Salah satu novel yang baik itu adalah Critical Eleven-nya Ika Natassa. Buku terbitan Gramedia tahun 2015 ini, tak hanya merekam naik turunnya hubungan Ale dan Anya. Tapi juga bertutur sangat baik soal komitmen, kepercayaan, waktu, dan arti dari kata maaf.
Disepanjang 344 halamannya, Ika bercerita dari sudut pandang Ale dan Anya secara bergantian, sehingga seluruh emosi dari kedua belah pihak, dapat lebih tersampaikan secara lengkap.
Pelajaran dan petuah bijak dalam novel ini, kebanyakan disampaikan lewat pandangan tokoh akan sesuatu, yang disisipkan ke dalam narasi di setiap lembarnya. Disajikan selang-seling dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, menjadikan novel ini terkesan gaul dan kekinian. Sehingga lewat cara itu, bisa dikatakan pesan dalam novel ini sukses tersampaikan.
Nah, berikut ini sejumlah kutipan dalam novel Critical Eleven untuk kamu yang suka novel ini, atau yang tertarik untuk membaca ceritanya.
1. Berani menjalin hubungan berarti berani menyerahkan sebagian kendali atas perasaan kita kepada orang lain.
2. It's even said that expectation is the root of all disappointment."
3. Expectation is cruel bastard, isn't it? It takes away the joy of the present by making us wondering about what will happen next.
4. Waktu adalah satu-satunya hal di dunia ini yang terukur dengan skala sama bagi semua orang, tapi memiliki nilai berbeda bagi setiap orang.
5. We react to every single thing in our life because of our memory. Every single thing.
6. Bahwa kita sebenarnya tidak punya kendali untuk memilih mana yang bisa terus kita ingat, dan mana yang bisa kita lupakan.
7. Dia ada, bahkan ketika dia tidak ada.
8. Ada banyak hal dalam hidup ini yang mungkin tidak akan dimengerti orang-orang yang belum mengalami sendiri.
9. Death is not the greatest loss in life, the greatest loss is what dies inside us while we life. (Norman Cousins)
Salam,
Abdullah S.N

Komentar
Posting Komentar