Menengok Hari Ini, Peristiwa Penting 27 Januari

Ahad, 27 Januari 2019...



Beberapa kejadian besar dalam sejarah tercatat pernah terjadi di tanggal 27 Januari. Mulai dari penemuan-penemuan yang mengubah kehidupan manusia, kelahiran organisasi-organisasi penting, kelahiran tokoh-tokoh besar, kematian serta bencana alam. Mari menengok apa saja peristiwa penting yang mencatatkan tanggal kejadiannya di tanggal 27 Januari. Agar lebih detail dan tergali, saya memilih beberapa peristiwa saja yang saya nilai punya dampak dan penting untuk dikenang hari ini.

Pertama, 27 Januari 1880 adalah waktu di mana Thomas Alva Edison mendapatkan paten untuk lampu pijarnya


Rangkaian percobaan Edison dalam membuat sebuah benda yang mampu menghasilkan cahaya buatan akhirnya selesai. Ia berhasil menyalakan seutas karbon di tabung hampa udara selama 13,5 jam. Rekor waktu ini jauh melebihi percobaan-percobaan yang dilakukan ilmuwan lain, bahkan selang beberapa bulan setelah itu, Edison menyempurnakan buatannya itu dengan mampu membuatnya berpijar selama 1200 jam. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Oktober 1879.

Lampu listrik yang berupa lempengan karbon yang dililit dan dihubungkan dengan kawat platina itu, kemudian didaftarkan ke badan paten Amerika Serikat pada 4 November 1879. Dengan nomor paten 223.898. Dan disahkan pada 27 Januari 1880. Sejak saat itu, lampu pijar digunakan secara luas dalam berbagai bentuk. Membuat dunia yang kita tinggali sekarang benderang oleh kelap-kelip lampu terang.

Kedua, Wafatnya Presiden Kedua Indonesia, Soeharto


Kabar berpulangnya mantan presiden Indonesia, Soeharto menyedot perhatian banyak pihak kala itu. Pukul 13.10 tanggal 27 Januari 2008, bertempat di RS. Pusat Pertamina Jakarta, Soeharto menghembuskan nafas terakhirnya di usia 86 tahun. Ia meninggalkan seorang putra, tiga orang putra dan tiga orang putri. Dikebumikan di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah, pemakaman salah satu tokoh besar Indonesia ini dihadiri sejumlah tokoh politik, termasuk di dalamnya Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai presiden dan wakil presiden.

Lahir di Kemusuk, Yogyakarta 8 Juni 1921, Soeharto duduk di kursi presiden sejak 1967 sampai 1998. Selama tiga belas tahun itu, ia telah didampingi enam wakil presiden diantaranya Hamengkubuwana IX, Adam Malik, Umar W, Sudharmono, Try Sutrisno dan kemudian B.J Habibie, yang sekaligus menggantikan posisinya sebagai presiden ketika lengser. Di dunia internasional ia dikenal dengan julukan “The Smilling General”, Sang Jendral yang Tersenyum, lantaran kebiasaannya yang senantiasa menyunggingkan senyum. Tapi dalam negerinya sendiri, Soeharto diidentikkan dengan pemerintahan tirani dan sistem kediktatoran.

Salam,
Abdullah S.N

Komentar